Categories
Seni bela diri

Fakta Menarik Justin Gaethje

 


Justin Gaethje dirinya akan menghadapi kompatriotnya yang berasal dari Amerika Serikat, Tony Ferguson, pada ajang UFC 249. Duel perebutan gelar juara interim kelas ringan tersebut akan dijadwalkan bergulir pada Gaethje, sesungguhnya bukan merupakan lawan “asli” Ferguson. Ia hanya menjadi pengganti dari Khabib Nurmagomedov.

Khabib memutuskan untuk mundur dari pertarungan untuk menjalani karantina di Rusia saat pandemi virus corona belum mereda. Meskipun hanya menjadi seorang petarung “cadangan”, Gaethje memiliki sejumlah fakta menarik di UFC. Salah satunya fakta bahwa dirinya pernah menjadi “murid” dari legenda tinju dunia yaitu Mike Tyson.

Fakta Menarik Justin Gaethje

Justin Gaethje kemudian berhasil menang TKO atas Tony Ferguson pada pertarungan UFC 249 yang dilangsungkan di VyStar Veterans Memorial Arena, Florida, Amerika Serikat. Kemenangan atas Ferguson membuat Gaethje akhirnya merebut gelar juara dunia interim yang ada di dalam kelas ringan UFC. Hasil di UFC 249 juga membuat The Highlight berpeluang untuk dapat menghadapi Khabib Nurmagomedov untuk dapat merebut gelar juara sbobet dunia kelas ringan dalam UFC. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik dari Justin Gaethje.

1. “Sohib” Khabib Nurmagomedov

Gaethje dan juga Nurmagomedov adalah sama-sama petarung yang berasal sebuah agensi yang sama, yaitu Dominance MMA. Kedua petarung besar tersebut juga sama-sama diurus oleh seorang manajer yaitu Ali Abdelaziz. Selain mereka, agensi Dominance MMA juga menjadi agensi yang menampung banyak para juara UFC seperti : Kamaru Usman (welterweight) dan juga Henry Cejudo (bantamweight).

2. Menjalani debut UF dengan hasil minor

Sebelum dirinya memutuskan untuk dapat bergabung dengan UFC, Gaethje sempat juga tampil cemerlang pada ajang WSOF. Bersama WSOF, petarung berusia 31 tahun tersebut tampil dominan dan bahkan menjadi seorang memegang juara kelas ringan di dalam WSOF. Namun, rapor tersebut tidak langsung membantu Gaethje pada saat dirinya melakoni debut di ajang UFC. Gaethje kalah dari Eddie Alvarez yaitu pada UFC 218, 2 Desember 2017. Hasil minor Gaethje kemudian berhasil berlanjut saat dirinya menghadapi Dustin Poirer pada ajang UFC on Fox pada April 2018.

3. “Murid” Mike Tyson

Hal ini juga diketahui melalui unggahan dari Twitter milik Mike Tyson pada saat dirinya bertemu dengan Justin Gaethje dan Ottman Azaitar. Dalam unggahannya tersebut, Tyson juga terlihat memberi sebuah arahan dalam memukul lawan kepada Gaethje dan juga Azaitar. Petinju yang dahulu memiliki julukan si Leher beton tersebut menampilkan gerakan pukulan hook dan kombinasi.

4. Penantang garis keras Conor McGregor

Gaethje yang juga diketahui akhir-akhir ini memang sangat getol melancarkan tantangannya kepada McGregor. Hal tersebut juga dapat dilihat melalui akun Twitter pribadi Gaethje. Petarung yang merupakan kelahiran Arizona tersebut memiliki sebuah alasan atas pertarungannya melawan McGregor. Dia ingin menjadi penantang nomor satu untuk gelar juara dari kelas ringan yang saat ini masih dipegang oleh Nurmagomedov. Seperti yang diungkapkan oleh dirinya di twitter bahwa ia ingin saling bertanding dengan McGregor untuk mencari tahu lawan nomor 1 dalam perebutan gelar kelas ringan.

5. Memiliki karir amatir gemilang

Sebelum dirinya menjadi petarung MMA profesional, Gaethje sempat menjalani serangkaian pertarungan amatir pada saat dirinya masih kuliah di University of Northern Colorado. Dia berhasil tampil dengan memukau dan juga menjadi petarung yang memiliki catatan berhasil memperoleh tujuh kemenangan tanpa ada kekalahan. Setelah menapaki jalan amatir tersebut, Gaethje kemudian menjadi seorang petarung MMA profesional.

6. Paling sering menang pada ronde pertama

Gaethje adalah petarung yang tidak suka berlama-lama dalam bertanding. Dia sudah bertanding secara profesional yaitu sebanyak 23 kali. Hasilnya menurut sebuah catatan dari Sherdog, Gaethje juga paling sering meraih kemenangannya tersebut pada ronde pertama yang diketahui sudah di menangkannya sebanyak 9 kali. Sisanya, dia yang menang pada ronde kedua yaitu sebanyak 7 kali dan dalam ronde ketiga sebanyak 6 kali kemenangan.

7. Hobi menang KO

Gaethje menjadi petarung yang juga dikenal memiliki kemampuan dan gaya gulat mumpuni, tetapi, dia tetap seorang petarung yang agresif. Alhasil, dia pun sering meraih sebuah kemenangan knockout (KO) yakni sudah sebanyak 18 kali. Sisanya dicatat 1 kali dengan submission dan juga 2 kali dengan decision unanimous.

8. Justin Gaethje Ukir Rekor

Justin Gaethje menjadi petarung pertama yang ada di dalam sejarah MMA yang mampu memenangi gelar yang ada di UFC dan juga WSOF. Dalam laga kontra Tony Ferguson yang ada di UFC 249. Gaethje menjadi pemain yang sukses menghajar Tony Ferguson dan memberikan kekalahan KO pertamanya di dalam karier UFC.

9. Kekalahan Pertama Ferguson Sejak Tahun 2012

Kekalahan dari Justin Gaethje adalah sebuah kekalahan pertamanya yang dialami yaitu pada Mei 2012. Ini artinya, dalam kurun waktu delapan tahun bermain menjadi pemain UFC, Ferguson selalu menampilkan aksi ciamik sebelum pada akhirnya dihentikan di UFC 249 lewat kekalahan KO yang dilakukan oleh Justin Gaethje.

10. Gaethje Mendaratkan 30 Tendangan

Salah satu hal yang cukup menarik adalah Justin Gaethje memang pada saat itu benar-benar memanfaatkan kecepatan kakinya untuk dapat menyerang lawan. The Highlight setidaknya dirinya berhasil mendaratkan 30 tendangan kepada Tony Ferguson di dalam laga tersebut.

11. Hidup Bersama Nenek

Dulu ibunya selalu menitipkan Justin Gaethje kepada sang nenek. Nenek yang selalu banyak memasak jika dirinya sedang ada di rumahnya. Justin Gaethje diketahui tumbuh bersama nenek, hal tersebut juga diungkap oleh Gaethje kepada media dalam acara UFC 249 Media Virtual Day. Hidup di keluarga multikultural, Gaethje rupanya mempunyai sebuah misi khusus ketika sedang dititipkan ke rumah neneknya yaitu keluarganya memanfaatkan Gaethje untuk mengajari sang nenek berbahasa Inggris. Karena Nenek Gaethje adalah orang Meksiko.

Sewaktu neneknya sudah berhasil menguasai bahasa Inggris dengan baik, petarung UFC yang juga berjuluk The Highlight ini kemudian merasa sangat bangga meski membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengajari neneknya. Keluarga yang saat itu memakai dirinya untuk mengajari nenek berbahasa Inggris. Butuh waktu sekitar 40 tahun sampai nenek menjadi seorang warga negara Amerika Serikat.

12. Jauh Orang Tua Sejak Kecil

Kehidupan Gaethje memang bisa dibilang juga cukup unik secara kultural. Lahir dari pasangan Jerman dan Meksiko, Gaethje kemudian tumbuh besar di lingkungan Arizona, AS. Ibunya yang merupakan seorang kepala kantor pos dan ayahnya sendiri seorang penambang membuat dia terpaksa jauh dari orang tuanya sejak kecil. Jauh dari orang tua justru membuat dirinya lebih mengenal terhadap dunia MMA lewat sang kakek yang dahulu sempat belajar tinju saat menjadi seorang tentara.

Demikian itulah fakta-fakta menarik dari Justin Gaethje seorang atlet UFC yang kini menyandang gelar juara. Justin Gaethje tumbuh menjadi seorang pemain UFC yang tangguh dan tercatat sebagai pemain yang hanya satu kali menerima kekalahan dalam karirnya. Semoga dengan artikel ini pengetahuan anda tentang UFC dapat bertambah. Terimakasih.